Di dunia ini banyak sekali karakter yang dimiliki masing-masing manusia. Ada yang memiliki karakter yang baik, ada pula yang jahat. Ada yang tampak kukuh dengan prinsip mereka, ada juga orang yang gampang dipengaruhi dan dimanfaatkan.
Ya, dari sebagian besar manusia di bumi ini selalu saja ada yang memiliki karakter yang gampang dipengaruhi dan dimanfaatkan oleh orang lain. Di lain sisi orang ini seperti sosok yang ‘terlalu baik’, tapi tentu ada beberapa hal yang membuat seseorang bersikap seperti itu dalam menjalani kehidupan.
Anak-anak biasanya mudah dipengaruhi mungkin selalu mengikuti keinginan orang banyak dan seringkali melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka sukai. Ya, hal ini kemudian yang membentuk si anak ketika beranjak dewasa menjadi sosok yang mudah dipengaruhi.
Memang ini menjadi pertanyaan dalam melihat karakter-karakter manusia yang ada di dunia ini, apa yang menyebabkan mereka tidak memiliki keyakinan yang kuat sehingga mereka menjadi orang yang mudah dipengaruhi.
Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana sebenarnya sosok orang yang mudah dipengaruhi ini? APakah benar ada sesuatu yang salah dalam didikan di masa kecilnya, atau apa sebenarnya alasan mereka sehingga mereka berlaku demikian. Ini penting untuk diketahui agar membantu kita lebih berempati dan memahami orang-orang seperti itu.
Seperti dilansir dari laman Parade.com, seorang psikolog, pendidik dan ahli pemberdayaan, Dr. Rosenna Bakari, PhD mengatakan bahwa orang yang mudah dimanfaatkan karena gampang dipengaruhi ini biasaya memang cenderung mengambil keputusan untuk melindungi hubungan, dengan harapan dihargai, diperhatikan atau dipilih.
Ya, mereka seolah-olah tampak begitu mudah dipengaruhi dan diperdaya, padahal di lain sisi keputusan mereka itu hanya untuk melindungi hubungan atau menghindari perselisihan dan pertengkaran.
Selain itu, kata Dr. Bakari, seseorang tumbuh menjadi sosok yang mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan ini biasanya juga sejak kecil selalu punya pengalaman dimana kepatuhan sangat dihargai. Orang-orang ini memang terbiasa patuh, karena mereka menanggap melawan atau memberontak atau tidak mengerjakan sesuatu yang diperintahkan adalah kesalahan.
Kemudian juga, menurut Dr. Bakari, orang-orang yang mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan ini sering dibesarkan di lingkungan yang mengutamakan orang lain adalah sebuah perintah bukan sebuah nilai. Selain itu pujian juga kadang dikaitkan dengan sikap patuh atau mudah diajak bekerja sama.
Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah ketika kamu mudah dimanfaatkan saat masih kecil, apakah karakter ini kemudian akan terus melekat di dalam dirimu ketika kamu sudah dewasa?
Tapi Dr. Bakari pun membantah hal ini, menurutnya pola seperti itu memang dapat berlanjut tapi hal itu bukanlah identitas yang tetap. Biasanya dengan pengalaman dengan keamanan emosional, otonomi dan dukungan terapeutik dapat membantu orang dewasa mengatasi hal tersebut.
Walau bagaimanapun didikan ketika masih anak-anak tentu juga akan sangat berpengaruh bagaimana dia ketika sudah beranjak dewasa. Maka itu, ciri-ciri orang dewasa yang mudah dipengaruhi, ditindas dan dimanfaatkan ini bisa dilihat saat mereka kecil.
Seperti apa kira-kira sosok anak yang mudah dimanfaatkan ketika dewasa? Berikut ulasannya seperti diuraikan oleh Dr. Bakari.
- Merasa hidup tidak adil
Beberapa orang mungkin merasa menjadi korban karena ada kekurangan yang membuatnya tidak bisa maju lebih cepat seperti orang-orang yang ada di sekitarnya.
Di berbagai kondisi pun kepatuhan ini juga membuat mereka merasa tidak memiliki daya untuk bisa ikut merasakan bagaimana anak lain merasakan kehidupan.
2. Terlalu banyak berinteraksi sosial untuk merasa dihargai
Menjadi seseorang yang mampu menjaga interaksi sosial berjalan baik setiap harinya tentu adalah sebuah langkah untuk membangun rasa kekeluargaan dan mengembangkan relasi, tapi kalau berlebihan dalam berinteraksi sosial juga tidak baik, apalagi kalau hal itu kamu lakukan hanya untuk merasa dihargai.
Memang orang seperti ini biasnaya menjadi seseorang yang mudah didekati atau sangat sosial, namun menurut Dr. Bakari, tapi orang seperti itu biasanya juga memiliki sedikit batasan pribadi.
Nah, kalau sudah begini, apalagi ketika seseorang banyak mengetahui bagaimana ‘jalan’ dan kisah hidupmu yang kadang memang konteksnya sangat pribadi, tentu dengan sedikit batasan pribadi membuat orang mudah saja untuk menuntut hal padamu.
3. Kesulitan menjaga batasan
Ya, ciri-ciri orang yang memang mudah dipengaruhi, ditindas dan dimanfaatkan ini biasanya memang kesulitan menjaga batasan. Bahkan bukan hanya kesulitan menjaga batasan, tapi mereka juga kadang kesulitan untuk mempertahankan batasan.
Menurut Dr. Bakari, orang-orang yang gampang dipengaruhi ini biasanya memang menjadikan keputusan untuk dipilih, diikutsertakan atau disetjui masih menjadi tujuan yang paling utama. Akibatnya, mereka malah kemudian menjadi tidak percaya diri untuk menetapkan batasan yang tegas.
4. Terlalu banyak berjanji
Orang yang dulunya mudah dipengarhi saat masih kecil biasanya akan melakukan hal-hal luar biasa unuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada orang lain. Mereka mungkin bisa saja memikul banyak tanggung jawab untuk menunjukkan keandalan dan menghindari kesan yang ditinggalkan.
5. Kemarahan yang ditekan dan dendam yang terpendam
Tapi walau bagaimanapun, orang yang mudah dipengaruhi ini memang juga kadang bisa menipu oleh aura yang mereka pancarkan.
Seperti dikatakan Dr. Bakari, meskipun mereka tampak ramah di luar, rasa dendam dapat menumpuk di bawah permukaan, yang dapat menyebabkan mereka mengisolasi diri atau melukai diri sendiri.
6. MEncari pertolongan
Banyak ditemui bahwa orang yang menginginkan seseorang untuk ‘menyelematkan’ mereka mungkin dibesarkan dengan kepribadian yang mudah dimanfaatkan ini.
Dr. Bakari mengatakan, mungkin ada keinginnan yang terus meneruns agar seseorang akhirnya muncul dan memenuhi kebuuhan mereka yang teka terucapkan sebagai pasangan, teman atau pemimpnn yangs ecara nalurilah memahami mereka.
7. Pemahaman yang kabur tentang batasan
Menetapakan dan mempertahakank baasan bisa menjadi hal yang sangat sulit, bahkan bisa jadi sulit untuk dipahami, baik tentang batasan diri sendiri ataupun batasan orang lain.
Menurut Dr. Bakari, karena batasan diri yang belum berkembang dan kesulitan mereka untk menghormati batasan orang lain, hal ini kemudian bisa membuat kondisi batasan yang menjadi hal yang membingungkan, menolak atau tidak perlu.
8. Pola pemasangan tari-dorong
Setelah tumbuh dewasa sebagai orang yang mudah dipengaruhi ini malah kedekatan memang kadang sangat diinginkan, tapi di lain sisi bisa sekaligus mengancam.
Makanya, oranng dewasa yang ketika masih anak-anak seringkali menjadi ‘korban’ mudah dipengaruhi, ditindas dan mudah dimanfaatkan ini mungkin mengundang orang lain masuk tapi mereka tetap menjaga jarak emosional, dan tidak yakin bagaimana mempercayai stabilitas.
9. Empati tinggi dan advokasi diri rendah
Nah, ini juga menjadi ciri seseorang yang mudah dipengaruhi. BIasanya memang mereka memiliki empati yang tinggi. POkoknya ketika melihat seseorang bersedih dia juga akan ikut bersedih, melihat orang menderita juga dalam hatinya juga akan ikut menangis menyaksikan, tapi sayangnya mereka memiliki advokasi diri yang rendah sehingga mereka menjadi gampang untuk dipengaruhi dan dimanfaatkan oleh orang lain.
Seperti dikatakan Dr. Bakari, banyak orang dewasa yang tumbuh sebagai orang yang mudah dimanfaatkan memiliki rasa welas asih yang mendalam dan kecerdasan dalam menjalin hubungan, namun kesulitan untuk memberi perlindungan dan pembelaan yang sama kepada diri sendiri.
Nah, demikian sedikit ulasan tentang orang-orang yang kadang tampak mudah dipengaruhi, ditindas dan dimanfaatkan. Semoga bermanfaat.





