Padang, Matakata.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi menekankan pentingnya penguasaan keterampilan bagi para pendidik. Hal tersebut krusial dalam menghadapi arus perubahan teknologi dan informasi yang kian cepat.
Pernyataan itu disampaikan Muhidi saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus di Kota Padang, Senin (10/8/2026).
Langkah ini sejalan dengan komitmen DPRD Sumbar dalam memperkuat kualitas kepemimpinan, manajemen, serta mutu pendidikan di ranah Minang.
Dalam arahannya, Muhidi mendorong tenaga pendidik (tendik) agar tidak sekadar mentransfer ilmu secara konvensional di kelas. Pendidik masa kini dituntut mampu bertransformasi menjadi sumber inspirasi, fasilitator yang andal, serta motivator bagi para peserta didik.
“Jika ibu-ibu datang ke sekolah hanya untuk mengajar, maka kualitas peserta didik pasti berada di bawah kualitas ibu-ibu sekalian. Itu sudah pasti, karena belum tentu apa yang diajarkan dapat diserap secara baik oleh siswa,” ujar Muhidi di hadapan peserta. Oleh karena itu, ia meminta guru mengoptimalkan fungsi-fungsi edukasi modern lainnya.
“Gunakanlah fungsi yang lain, yaitu sebagai inspirator, fasilitator, dan motivator. Bentuklah karakter siswa sehingga mereka memiliki rasa tanggung jawab, kejujuran, serta kemandirian,” imbuhnya.
Muhidi juga menambahkan bahwa guru harus mampu bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) yang membentuk karakter kuat pada generasi muda. Di tengah tantangan era digital, peran guru sekolah luar biasa (SLB) menjadi fondasi utama dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri untuk mendukung visi jangka panjang Indonesia.
Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus ini digelar secara berkelanjutan guna mendongkrak kompetensi profesional para guru SLB.
Selain itu, program ini bertujuan memperkuat implementasi sistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan spesifik peserta didik berkebutuhan khusus.
Agenda strategis ini diikuti oleh puluhan Guru SLB yang berasal dari tiga wilayah kerja, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman. (*)





