Padang, Matakata.co – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Nanda Satria meminta masyarakat Kota Padang meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum normal. Menurut Nanda, kabut asap yang menyelimuti Kota Padang diduga kuat merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga.
“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Saat kualitas udara menurun, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama yang tidak mendesak,” ujar Nanda, Kamis (3/9).
Ia mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan untuk lebih berhati-hati. Selain membatasi mobilitas luar ruang, Nanda mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan memperbanyak minum air putih.
Untuk meminimalkan paparan udara buruk, Nanda mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) jika kondisi terus memburuk. Langkah mitigasi sementara ini dinilai penting untuk mengurangi mobilitas warga.
“Kami meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika udara sudah tidak sehat. Ini bukan untuk mengurangi pelayanan publik, melainkan upaya melindungi kesehatan pegawai dan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Nanda meminta dinas terkait bersiap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring jika kualitas udara membahayakan anak-anak. Menurutnya, anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah, pembelajaran daring bisa menjadi alternatif sementara.
Ia menegaskan langkah tersebut harus berbasis data pemantauan kualitas udara berkala hasil koordinasi pemerintah daerah dengan instansi terkait. Nanda berharap keselamatan warga menjadi prioritas utama dan kabut asap ini segera berlalu. Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota lain di Sumbar yang terdampak untuk segera mengambil langkah serupa. (y)





