Padang, Matakata.co – Wakil Ketua DPRD Sumbar, M. Iqra Chissa Putra mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Kantor DPD Golkar Padang, Minggu (9/8).
Pada kesempatan itu M. Iqra mengingatkan masyarakat, saat ini jenis narkotika banyak variannya. Karena itu, masyarakat khususnya orang tua diminta agar mengawasi aktivitas anak-anaknya, agar jangan sampai terjerumus dalam penggunaan narkoba.
Dia menyebut kalau perkembangan berbagai varian atau jenis narkoba saat ini merupakan dampak buruk kemajuan fase digitalisasi.
Menurut Iqra, perkembangan teknologi berdampak pada bidang komunikasi kita yang semakin gampang, seakan dunia berada dalam genggaman melalui penggunaan gadget itu. Namun penggunaan gadget ada plus minusnya.
“Plusnya dapat informasi positif, minusnya mudahnya komunikasi dengan orang jauh sehingga dapat membawa pengaruh baik dan buruk. Salah satu pengaruh buruknya komunikasi dengan jaringan narkoba,” ungkap Iqra.
Dengan komunikasi digital saat ini, jika dulunya masyarakat mengenal jenis narkoba hanya berupa ganja, ekstasi dan sabu, sekarang justru muncul narkoba varian baru melalui penggunaan vape.
“Penggunaan vape juga digandrungi generasi muda saat ini. Ini juga bisa jadi pintu masuk narkoba. Melalui penggunaan vape, liquid diisi cairan berupa narkoba. Jika vape dihisap, maka penggunanya langsung fly, melayang,” katanya.
Iqra Chissa kembali mengingatkan masyarakat, narkoba dalam bentuk cairan yang diisi lewat vape ini, maupun narkoba jenis lain, dampaknya sangat berbahaya dan merusak kerja dari saraf otak.
Melalui sosialisasi perda tentang bahaya narkoba ini Iqra Chissa mengingatkan masyarakat dan orang tua, narkoba sudah pasti akan membawa ke jurang kehancuran.
“Saya sudah keliling daerah di Indonesia. Belum ada yang sukses karena mengkonsumsi narkoba. Yang sukses adalah pengedarnya. Pemakai tidak ada yang sukses. Narkoba merusak. Pengedar hanya menjualkan. Bahkan mereka ada yang konsumsi ada yang tidak. Yang kaya bandarnya,” ujarnya.
Karena itu Iqra berharap agar orang tua dapat mengawasi dan mengingatkan anak-anak dan kemenakan di Sumbar untuk menjauhi narkoba. Agar Sumbar melahirkan pemimpin yang hebat di masa depan.
“Kita ingin anak-anak dan kemenakan kita sekarang ini dapat menjadi Pimpinan DPRD, CEO Perusahaan dan pemimpin lainnya di masa depan. Mulailah hari ini selamatkan masa depan anak kemenakan kita,” ajaknya.
Tidak hanya bahaya narkoba, Iqra juga mengingatkan bahaya lain dari perkembangan teknologi komunikasi, yakni judi online.
“Sama kayak narkoba bahayanya, judi online itu, yang kaya bandarnya. Judi online tidak bisa membuat kita berpikir jernih. Rasa-rasa mau menang saja. Ujung- ujungnya zonk, uang habis terkuras. Yang membuat terkuras justru kemudahan akses mengambil dan transfer uang menggunakan mobile banking,” pungkasnya. (Y)





