Bukittinggi, Matakata.co – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria menegaskan bahwa Bundo Kanduang adalah benteng pertahanan terakhir sekaligus garda terdepan dalam menyelamatkan moral generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi. Maka dari itu, dia menyerukan pentingnya restrukturisasi peran perempuan Minangkabau dalam menghadapi era digital.
Hal itu disampaikannya Nanda Satria saat menjadi narasumber utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang se-Sumatera Barat yang berlangsung di Bukittinggi, Minggu (7/6).
Menurut Nanda, tantangan mendidik anak dan kemenakan saat ini jauh lebih kompleks akibat derasnya arus informasi. Maka dari itu pula dia pun berharap agar Bundo Kanduang jangan hanya sekadar menjadi simbol pelestari tradisi, melainkan harus aktif mengambil peran strategis dalam lingkungan domestik dan sosial.
“Kehadiran Bundo Kanduang sangat dibutuhkan untuk menyaring pengaruh luar dan memberikan pengawasan ketat terhadap tumbuh kembang anak,” kata Nanda.
Di hadapan ratusan peserta, politisi ini juga mengingatkan bahwa kemajuan hakiki suatu daerah tidak melulu diukur dari megahnya infrastruktur fisik atau laju pertumbuhan ekonomi.
“Kunci utama masa depan Sumatera Barat justru terletak pada kualitas karakter sumber daya manusianya. Oleh karena itu, investasi terbaik yang harus dilakukan saat ini adalah memperkuat fondasi moral generasi penerus,” ulasnya.
Melalui kegiatan itu Nanda juga berharap para tokoh perempuan Minangkabau mampu mengkolaborasikan pola asuh modern dengan falsafah adat. Tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa harus kehilangan identitas budaya.
Nanda berharap Bundo Kanduang di Sumatera Barat terus memperkuat kontribusinya dalam membentuk generasi yang unggul dan berintegritas, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (y)





